Ego and love
Jurnal

Pulvis et umbra sumus

Rien, aku tak tahu apa yang dirasakan Quintus Horatius Flaccus ketika ia melontarkan kata-kata itu pada dunia. Pulvis et umbra sumus, kita tak lain hanya debu dan bayang-bayang. Continue reading

Advertisements
Standard
Jurnal

I Wanna See You Now

Tidak pernah kubayangkan, Rien. Bagaimana sebuah lagu bisa memengaruhi ingatan. Lintasan beberapa bait lagu. Terdengar sepintas saja. Hanya kilasan nada di latar belakang percakapan. Warung kopi pagi hari ini. Dan aku teringat percakapan kita.

Hari itu selepas praktikum. Bahkan lelah tak membuatmu terlihat tidak manis, Rien. Kita punya kebiasaan yang sama soal kaca mata. Melepasnya dari puncak hidung, lalu mulai mengusap lensa koreksi penglihatan itu dengan ujung baju. Continue reading

Standard
Jurnal

Rintik Pagi Di Puncak Gunung

Santai dia berujar, bahwa kota pegunungan ini tak lagi sedingin dulu. Dari mulutnya asap tembakau dengan bau menyengat mengepul di sela ucapan. Hanya jaket berlogo satu raksasa industri motor dari negeri para samurai yang membalut tubuhnya. Celana katok selutut dan jala yang ditebar sedayungan perahu demi sedayungan selanjutnya.

Katanya tak dingin lagi, Rien. Sedangkan aku bergelung kantong tidur di beranda kayu pondok. Melihatnya yang hanya tiga langkah  dari teras yang menjulur di atas air ini saja membuatku gemelutuk dalam gigil. Continue reading

Standard
Jurnal, Uncategorized

November Kopi

Asal mulanya adalah kebosanan yang kian menjadi, Rien. Dan seperti tahun-tahun lama, aku menindasnya dengan menghabiskan hari dari terminal di satu kota ke kota lain. Niatku bukan kesana. Tapi lagi untuk kesekian kali, takdir bercanda denganku. Ya, Rien. Takdir yang membuatmu pergi.

Aku terbangun menjelang terminal. Terkejut oleh tikaman dingin. Dan menemukan aku di kota tak ku kenal. Tiang-tiang lampu bergerak melintas dari pandanganku di jendela. Cahaya langit malam yang tak seutuhnya pekat membuatku bisa melihat gunung tinggi yang dekat melingkari kota.

Ada papan nama warung, dan kubaca nama kota ini. Takengon. Continue reading

Standard