Ego and love
Jurnal

Pulvis et umbra sumus

Rien, aku tak tahu apa yang dirasakan Quintus Horatius Flaccus ketika ia melontarkan kata-kata itu pada dunia. Pulvis et umbra sumus, kita tak lain hanya debu dan bayang-bayang. Continue reading

Advertisements
Standard
Jurnal

Anomali Machico

Harus ku katakan aku menjadi olok-olok antara tiga manusia lajang yang tak jalang itu. Dan semua karena senyum Machico.

Aku melihatnya melintas di layar plasma 29 inch dan langkahku macet. Benakku kehilangan orientasi. Aku tersesat pada senyumnya, suaranya yang  cempreng, dan itu adalah satu hal di luar nalar. Continue reading

Standard