Jurnal

Harapan, idealisme, realita

Rien, lama tak menyapa. Namun kusangka kamu tahu aku masih mencari kebenaran soal realita yang sering mengikis idealisme. Seperti juga tujuh milyar lebih manusia di muka bumi yang terkejut-kejut tersebab seringnya harapan mereka kandas dihantam badai kenyataan.

Ceritaku masih sama, Rien. Idealisme yang disemai mimpi-mimpi optimis yang menemani cangkir dan gelas di kedai kopi, mulai dipangkas realita. Semangat melangit akibat kata penuh motivasi, dan gambar-gambar penyubur mimpi yang ditempeli di dinding, mulai memahat dirinya menuju bentuk yang seharusnya. Continue reading

Standard
Jurnal

Kita Kaum Kebanyakan

Menyeruput kopi siang ini terasa berbeda. Ditemani hujan yang turun sejak tadi, yang bukannya mereda, namun kian deras. Mendentam mengetuk seng yang mulai berubah usang. Seperti juga hati dan asaku yang berkelontangan. Jatuh dari rak tinggi idealisme, dan membentur lantai realita.

Kawan sejati itu ternyata sulit ada. Dan takdir lagi-lagi mencandaiku dengan sarkasme yang sinis mengiris. Kali ini dalam bentuk pertolongan untuk sedikit rupiah. Continue reading

Standard