Jurnal, Uncategorized

November Kopi

Asal mulanya adalah kebosanan yang kian menjadi, Rien. Dan seperti tahun-tahun lama, aku menindasnya dengan menghabiskan hari dari terminal di satu kota ke kota lain. Niatku bukan kesana. Tapi lagi untuk kesekian kali, takdir bercanda denganku. Ya, Rien. Takdir yang membuatmu pergi.

Aku terbangun menjelang terminal. Terkejut oleh tikaman dingin. Dan menemukan aku di kota tak ku kenal. Tiang-tiang lampu bergerak melintas dari pandanganku di jendela. Cahaya langit malam yang tak seutuhnya pekat membuatku bisa melihat gunung tinggi yang dekat melingkari kota.

Ada papan nama warung, dan kubaca nama kota ini. Takengon. Continue reading

Advertisements
Standard
Jurnal

Hari Titik Nol

Semalam usai kumulai, halaman-halaman putih artificial ini membuatku merenung. Bagaimana mungkin aku berusaha melupakanmu selama ini, Rien. Karena di atas segala sakitnya perpisahan tak terniat itu, aku tahu aku mencintaimu.

Bila takdir kemudian membawamu pergi, bukankah itu adalah urusanku dengan takdir, bukan denganmu. Tapi keping waktu yang bergerak maju membawa entitas tak ku duga antara aku, dirimu, dan rasa kita. Rasa yang kita sepakat menamainya cinta.

Entitas itu bernama ego, Rien. Kau pergi, aku terluka, lalu mencari cara pintas melarikan diri dari kehilanganmu yang ternyata lebih menyakitkan dari ekspektasiku. Continue reading

Standard
Jurnal

Setelah 12 Tahun

Senja tadi aku terjaga, Rien. Menyadari dua belas tahun telah berlalu dan sepanjang itulah aku telah mencoba melupakanmu. Dua belas tahun, Rien. Itu berarti empat ribu tiga ratus delapan puluh tiga hari. Aku mencoba untuk menemukan semua hanyalah upaya sia-sia.

Senja tadi aku terjaga, Rien. Dan wajahmu terbayang jelas. Sejelas aroma jeruk yang menguar dari jemarimu, jemari yang mengupasi satu demi satu jeruk-jeruk dari keranjang plastik kecil itu. Sejelas senyum yang mengiringi senandung kecil dari bibirmu. Lagu itu kesukaanmu. Tentang berlari mengejar angin, di tepi riuh deburnya air. Menanti perahu layar yang pulang menepi dan menjala cinta. Continue reading

Standard